Minggu, 21 Oktober 2012

Struktur Kontrol


Pada bab sebelumnya, kita sudah mendapatkan contoh dari program terstruktur, dimana setiap pernyataan dieksekusi setelah pernyataan sebelumnya sesuai dengan urutannya. Pada bagian ini, kita akan mempelajari tentang struktur kontrol dimana kita dapat mengubah cara eksekusi pada pernyataan yang dibuat di program kita.


Pada Struktur Kontrol ini, dibagi menjadi dua bagian, antara lain:
1. Struktur Kontrol Percabangan (if, else, switch)
2. Struktur Kontrol Perulangan (while, do while, for)

1. Struktur Kontrol Percabangan
    Percabangan adalah sebuah struktur kontrol yang memerlukan sebuah atau beberapa kondisi sebelum menjalankan program lainnya. Jika telah memenuhi kondisi maka pernyataan di dalam kondisi yang cocok tersebut akan dijalankan sedangkan jika tidak maka akan dicari kondisi yang cocok di dalam kontrol percabangan. Jika masih tidak ditemukan kondisi yang cocok dengan kondisi di dalam percabangan tersebut maka akan dilanjutkan ke instruksi berikutnya di luar percabangan (jika ada dan berhenti jika tidak ada). Ada beberapa instruksi yang dapat kita deklarasikan untuk membuat percabangan di dalam pemrograman java antara lain ifif-elsedan switch.

 Kontrol Percabangan 
Bentuk Instruksi
 if
if(kondisi) {
   //jalankan instruksi
   instruksi;
}
 if-else
if (kondisi) {
   // jalankan jika kondisi true
   instruksi;
}
else{
   // jalankan jika kondisi false
   instruksi;
}
 switch
switch (variabel) {
   case nilai1 :
      instruksi; // jalankan instruksi
      break;     // hentikan
   case nilai2 :
      instruksi; // jalankan instruksi
      break;     // hentikan
   case nilai3 :
      instruksi; // jalankan instruksi
      break;     // hentikan
   default: 
      instruksi; // jalankan instruksi
      break;     // hentikan
}

sebagai contoh :

package nurmuqorrobin;

/**
 *@author 1210652035
 * @author OP
 */
public class Nurmuqorrobin {
    public static void main(String[] args) {
        int a=5, b=12;
        if (a<b) {
            System.out.println("Nilai a lebih kecil daripada nilai b");
        }
        if (a>b) {
            System.out.println("Nilai a lebih besar daripada nilai b");
        }
        else {
            System.out.println("Nilai a lebih kecil daripada nilai b");
        }
        switch (a) {
            case 1 :
                System.out.println("Nilai a sama dengan tiga");
            case 2 :
                System.out.println("Nilai a sama dengan empat");
            case 3 :
                System.out.println("Nilai a sama dengan lima");
                break;
            default :
                System.out.println("mboh yo");
        }
    }
}

2. Struktur Kontrol Perulangan
    Perulangan merupakan struktur kontrol yang menangani sebuah instruksi yang dilakukan berulang-ulang hingga suatu kondisi terpenuhi. Blok instruksi perulangan akan diulang secara terus-menerus hingga suatu kondisi terpenuhi. Di dalam perulangan harus ada sebuah kondisi yang akan menyebabkan perulangan tersebut terhenti, karena jika kondisi ini tidak ada maka perulangan akan melakukan blok instruksi tersebut secara terus-menerus tanpa henti sehingga ini menyebabkan kesalahan program. Ada beberapa instruksi yang dapat kita deklarasikan untuk membuat percabangan di dalam pemrograman java antara lain for, while dan do-while.


 Kontrol Perulangan 
Bentuk Instruksi
 for

for(inisialisasi;kondisi;batas_data){
   instruksi;
}
while

while(kondisi){
   instruksi;
}
 do-while

do{
   instruksi;
}while(kondisi)
sebagai contoh :
package nurmuqorrobin;

/**
 *@author 1210652035
 * @author OP
 */
public class Nurmuqorrobin {
    public static void main(String[] args) {
        int jajal;
        for (jajal=0;jajal<12;jajal++) {
        System.out.println(jajal+" ");
        }
        jajal=0;
        while (jajal<12) {
            System.out.println(jajal+" ");
            jajal++;
        }
        jajal=0;
        do{
            System.out.println(jajal+" ");
            jajal++;
        }while (jajal<12);
    }
}



Sabtu, 20 Oktober 2012

Mendapatkan Input dari Keyboard

Ada dua cara untuk mendapatkan input dari keyboard,yaitu dengan cara sebagai berikut :
1.  BufferedReader
2.  GUI (Graphical User Interface)
Dan kedua cara tersebut di atas menggunakan kelas JoptionPane.

1. BufferedReader
    Pada bagian ini kita akan menggunakan BufferedReader yang berada di java.io package untuk mendapatkan input dari keyboard.

Langkah-langkah yang harus dilalui untuk mendapatkan Input dari keyboard adalah :
1. Tanbahkan di bagian paling atas code anda :
    import java.io.*;
2. Tambahkan Statement ini :
    BufferedReader dataIn=new BufferedReader (new InputStreamReader(System.in)
3. Deklarasikan variabel string temporer untuk mendapatkan input, dan gunakan fungsi redLine() untuk mendapatkan input dari keyboard.
Anda harus mengetikannya didalam blok try-catch :
   try{
     String temp = dataIn.readLine();
 }
 catch(IOException e) {
     System.out.println("Error in getting input");
 }

sebagai contoh :


import java.io.BufferedReader;
import java.io.InputStreamReader;
/**
 *
 * @author OP
 */
public class Obienasto {
   public static void main(String[] args) {
        // Menginputkan data berat badan user
        BufferedReader inputan = new BufferedReader (new InputStreamReader (System.in));
        String berat = null;
        System.out.println("Masukkan berat badan anda");
        int hasilinput = 0;
        try {
            berat = inputan.readLine();
            hasilinput = Integer.parseInt(berat);
        } catch (Exception e) {
            System.out.println("Maaf data yang anda masukan salah");
        }
        System.out.println("Berat badan anda adalah"+hasilinput+"kg");


2. JoptionPane
    Langkah-langkah yang harus dilalui untuk mendapatkan Input dari Keyboard dengan menggunakan JoptionPane adalah sebagai berikut :
1. Tambahkan baris code ini pada awal source code anda;
     import javax.swing.*;
2. Tambahkan statement berikut ini:
     String name;
   name=JoptionPane.showInputDialog("please enter your name");

sebagai contoh :


import javax.swing.JOptionPane;
/**
 *
 * @author OP
 */
public class Obienasto {
   public static void main(String[] args) {
        // Menginputkan data berat badan user
        String berat = null;
        int hasilinput = 0;
        try {
            berat = JOptionPane.showInputDialog (null, "Masukkan berat badan anda :");
            hasilinput = Integer.parseInt(berat);
            JOptionPane.showInputDialog(null, "Berat badan anda adalah"+hasilinput+"kg");
        } catch (Exception e) {
            System.out.println("Maaf data yang anda masukan salah");
        }   
        
   }



Minggu, 07 Oktober 2012

Operator pada Java



Operator adalah simbol khusus yang menyajikan operasi khusus pada satu, dua, atau tiga operand dan kemudian mengembalikan hasilnya. Operator-operator tersebut digunakan untuk membentuk ekspresi. Sebuah konstanta atau entitas dengan sendirinya merupakan ekspresi, demikian juga kombinasi dari konstanta dan variabel dengan operator. Suatu ekspresi yang diikuti dengan sebuah titik koma adalah sebuah pernyataan.

Jenis-jenis Operator pada Java :


1.      Operator Aritmatika
          Berikut ini adalah dasar Operator Aritmatika yang dapat digunakan untuk membuat suatu program Java :

Operator
Penggunaan
Keterangan
+
op1 + op2
Penjumlahan (tanda plus)
-
op1 – op2
Pengurangan (tanda minus)
*
op1 * op2
Perkalian
/
op1 * op2
Pembagian
%
op1 % op2
Sisa Pembagian
 Operator *, / dan % mempinyai prioritas yang sama, tetapi lebih tinggi daripada + atau - .
Sebagai contoh dari Operator Aritmatika adalah :
 import java.util.Scanner;
 publick class Jumlah
{
ppublick static void main (string args [])
{
     int bilangan1=3, bilangan2=25, jumlah;
     jumlah= bilangan1 + bilangan2;
    System.out.println("hasil adalah:"+jumlah);
    }
}

run:
hasil adalah:28

 2. Operator Increment & Decrement
      Operator Increment dan Decrement adalah Operator yang menambah dan mengurangi nilai yang tersimpan dalam bentuk variabel angka terhadap nilai.
Berikut ini adalah dasar Operator Incremant & Decrement yang dapat digunakan untuk membuat suatu program Java :

Operator  Penggunaan    Keterangan
   ++            op++         Menambah 1 pada op, mengevaluasi nilai op sebelum di increment.
   ++            ++op         Menambah 1 pada op, mengevaluasi nilai op setelah di increment.
   - -             op- -          Mengurangi 1 pada op, mengevaluasi nilai op sebelum di increment.
   - -             - -op          Mengurangi 1 pada op, mengevaluasi nilai op setelah di increment.

Sebagai salah satu contoh dari Operator Increment & Decrement adalah :

import java.util.Scanner;
 publick class Jumlah
{
ppublick static void main (string args [])
{
     int bilangan1=3, bilangan2=25, jumlah;
     jumlah= ++bilangan1 + bilangan2;
    System.out.println("hasil adalah:"+jumlah);
    System.out.println("nilai bilangan:"+bilangan1)
 }
}
run:
hasil adalah:28
nilai bilangan1:4

   3. Operator Relasi
        Operator  Relasi adalah operator yang membandingkan dua nilai dan menentukan keterhubungan diantara nilai-nilai tersebut.
Hasil keluarannya berupa nilai Boolean yaitu True atau False.
Berikut ini adalah dasar Operator Incremant & Decrement yang dapat digunakan untuk membuat suatu program Java :
Operator  Penggunaan    Keterangan
     >          op1>op2          op1 lebih besar dari op2
    >=         op1>=op2        op1 lebih besar dari atau sama dengan op2
    <           op1<op2          op1 lebih kecil dari op2
   <=         op1<=op2        op1 lebih kecil dari atau sama dengan op2
    ==        op1==op2        op1 sama dengan op2
    !=         op1!=op2          op1 tidak sama dengan op2

Sebagai salah satu contoh dari Operator Increment & Decrement adalah :

import java.util.Scanner;
 publick class Jumlah
{
ppublick static void main (string args [])
{
     int bilangan1=3, bilangan2=25, jumlah;
     boolean bagaimana:bilangan1>bilangan2;
    System.out.println("hasil bagaimana:"bagaimana);
 }
}
run:
nilai bagaimana:false



  4. Operator Logika
      Operator Logika adalah operator yang memiliki sata atau lebih operand yamg menghasilkan nilai boolean.

Terdapat enam macam dari Operator Logika, yaitu :
1. Logika AND (&&)
2. Boolean Logika AND (&)
3. Logika OR ( || )
4. Boolean Logika Inclusive OR ( | )
5. Boolean Logika Exlusive OR ( ^ )
6. Logika NOT ( ! )

Dimana x1, x2 dapat menjadi pernyataan boolean, variabel atau konstanta, dan op adalah salah satu dari operator &&, &, ||, |, atau ^.

Sebaimana yang tertera dalam tabel kebenaran berikut ini;
~ && (Logika AND) dan & (Boolean Logika AND)
  x1           x2      hasil
true         true      true
true         false   false
false       true     false
false       false   false

~ || (Logika OR) dan | (Boleean Logika OR)
  x1          x2         hasil
true       true        true
true      false       true
false     true        false
false    false       false

~ ^ (Bolean Exlusive OR)
 x1        x2    hasil
true     true  false
true    false  true
false   true   true
false  false  false

Hasil operasi Operator ini adalah true,jika dan hanya jika satu operand bernilai true dan yang lain bernilai false.

~ ! (Logika)
Logika NOT digunakan dalam satu argument, dimana argumen tersebut dapat menjadi suatu pernyataan, variabel atau konstanta.
Seperti  tabel kebenaran sebagai berikut :
   x1       hasil
 true      false
false      true

sebagai salah satu Operator Logika adalah :
   import java.util.Scanner;
 publick class Jumlah
{
ppublick static void main (string args [])
{
     int bilangan1=3
;
     int bilangan2=25;
     boolean coba=false;
    System.out.println("hasil coba:"+coba);
    
}

run:
hasil coba:false

5. Operator Kondisi
     Operator Kondisi adalah Operator ternary, yang artinya bahwa Operator ini membawa tiga argument yang membentuk suatu operasi bersyarat.
Dan dirumuskan sebagai berikut :
                               
                                             exp1 ? exp2 : exp3

Dimana nilai exp1 adalah suatu penyataan boolean yang memiki hasil yang salah satunya harus berupa nilai True atau False.