Pada bab sebelumnya, kita sudah mendapatkan contoh dari program terstruktur, dimana setiap pernyataan dieksekusi setelah pernyataan sebelumnya sesuai dengan urutannya. Pada bagian ini, kita akan mempelajari tentang struktur kontrol dimana kita dapat mengubah cara eksekusi pada pernyataan yang dibuat di program kita.
Pada Struktur Kontrol ini, dibagi menjadi dua bagian, antara lain:
1. Struktur Kontrol Percabangan (if, else, switch)
2. Struktur Kontrol Perulangan (while, do while, for)
1. Struktur Kontrol Percabangan
Percabangan adalah sebuah struktur kontrol yang memerlukan sebuah atau beberapa kondisi sebelum menjalankan program lainnya. Jika telah memenuhi kondisi maka pernyataan di dalam kondisi yang cocok tersebut akan dijalankan sedangkan jika tidak maka akan dicari kondisi yang cocok di dalam kontrol percabangan. Jika masih tidak ditemukan kondisi yang cocok dengan kondisi di dalam percabangan tersebut maka akan dilanjutkan ke instruksi berikutnya di luar percabangan (jika ada dan berhenti jika tidak ada). Ada beberapa instruksi yang dapat kita deklarasikan untuk membuat percabangan di dalam pemrograman java antara lain if, if-elsedan switch.
Kontrol Percabangan
|
Bentuk Instruksi
|
if
| if(kondisi) {
//jalankan instruksi
instruksi;
}
|
if-else
| if (kondisi) { // jalankan jika kondisi true instruksi; } else{ // jalankan jika kondisi false instruksi; } |
switch
| switch (variabel) { case nilai1 : instruksi; // jalankan instruksi break; // hentikan case nilai2 : instruksi; // jalankan instruksi break; // hentikan case nilai3 : instruksi; // jalankan instruksi break; // hentikan default: instruksi; // jalankan instruksi break; // hentikan } |
sebagai contoh :
package nurmuqorrobin;
/**
*@author 1210652035
* @author OP
*/
public class Nurmuqorrobin {
public static void main(String[] args) {
int a=5, b=12;
if (a<b) {
System.out.println("Nilai a lebih kecil daripada nilai b");
}
if (a>b) {
System.out.println("Nilai a lebih besar daripada nilai b");
}
else {
System.out.println("Nilai a lebih kecil daripada nilai b");
}
switch (a) {
case 1 :
System.out.println("Nilai a sama dengan tiga");
case 2 :
System.out.println("Nilai a sama dengan empat");
case 3 :
System.out.println("Nilai a sama dengan lima");
break;
default :
System.out.println("mboh yo");
}
}
}
2. Struktur Kontrol Perulangan
Perulangan merupakan struktur kontrol yang menangani sebuah instruksi yang dilakukan berulang-ulang hingga suatu kondisi terpenuhi. Blok instruksi perulangan akan diulang secara terus-menerus hingga suatu kondisi terpenuhi. Di dalam perulangan harus ada sebuah kondisi yang akan menyebabkan perulangan tersebut terhenti, karena jika kondisi ini tidak ada maka perulangan akan melakukan blok instruksi tersebut secara terus-menerus tanpa henti sehingga ini menyebabkan kesalahan program. Ada beberapa instruksi yang dapat kita deklarasikan untuk membuat percabangan di dalam pemrograman java antara lain for, while dan do-while.
Kontrol Perulangan
|
Bentuk Instruksi
|
for
|
for(inisialisasi;kondisi;batas_data){
instruksi;
}
|
while
| while(kondisi){ instruksi; } |
do-while
| do{ instruksi; }while(kondisi) |
sebagai contoh :
package nurmuqorrobin;
/**
*@author 1210652035
* @author OP
*/
public class Nurmuqorrobin {
public static void main(String[] args) {
int jajal;
for (jajal=0;jajal<12;jajal++) {
System.out.println(jajal+" ");
}
jajal=0;
while (jajal<12) {
System.out.println(jajal+" ");
jajal++;
}
jajal=0;
do{
System.out.println(jajal+" ");
jajal++;
}while (jajal<12);
}
}

Tidak ada komentar:
Posting Komentar